Tak Merokok tapi Mengeluh Sesak, Warga Bandung Ikuti Skrining Paru di Saparua

·

·

Pemeriksaan dan Konsultasi Kesehatan gratis bagi warga kota Bandung di Lapangan Saparua, kolaborasi LION Indonesia bersama Kawan Medis, CIMSA, Tahap.id, dan Indorelawan (16/8/2026)

BANDUNG – Lebih dari 50 warga mengikuti pemeriksaan kesehatan paru dan assessment awal faktor risiko di Lapang Saparua, Kota Bandung, Minggu (16/8/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 11.00 WIB itu dimotori anak muda dari kalangan mahasiswa dan praktisi kesehatan, melalui kolaborasi LION Indonesia bersama Kawan Medis, CIMSA, Tahap.id, dan Indorelawan.

Pemeriksaan ini merupakan bagian dari rangkaian kampanye memperingati Hari Kanker Paru Sedunia 2026 yang berlangsung sepanjang Agustus dengan tema “Udara Bersih, Paru Sehat: Lindungi Nafas Rakyat Indonesia dari Polusi, B3, dan Emisi Industri”.

Lapang Saparua dipilih karena menjadi ruang publik yang ramai digunakan warga berolahraga pada akhir pekan. Penyelenggara memanfaatkan keramaian tersebut untuk membawa isu kesehatan paru keluar dari ruang layanan kesehatan dan masuk ke ruang aktivitas warga sehari-hari.

Digerakkan Anak Muda

Sejak persiapan hingga pelaksanaan di lapangan, kegiatan dijalankan oleh anak muda berlatar mahasiswa dan praktisi kesehatan. Mereka menyiapkan alur pemeriksaan, melakukan assessment, hingga melayani percakapan warga mengenai keluhan yang dirasakan.

Keterlibatan mahasiswa kedokteran dan tenaga kesehatan muda memperlihatkan bahwa isu kesehatan paru tidak lagi dipandang sebagai urusan teknis medis semata, melainkan juga persoalan sosial yang menyentuh hak warga atas udara bersih dan tempat kerja yang aman. Turun langsung ke ruang publik juga menjadi cara belajar yang berbeda dari ruang kelas, karena warga yang datang adalah pekerja, pedagang, dan keluarga dengan keluhan yang jarang terdokumentasi.

Turun ke ruang publik menjadi sarana belajar langsung bagi anak muda untuk mendengarkan cerita dan keluhan warga di luar fasilitas kesehatan (16/8/2026)

Keluhan pada Warga Bukan Perokok

Dari interaksi di lapangan, penyelenggara mencatat bahwa persoalan kesehatan paru tidak selalu dapat dijelaskan melalui kebiasaan merokok. Sebagian besar warga yang hadir merupakan pekerja, termasuk beberapa orang yang bekerja di sektor pabrik. Dalam proses assessment, terdapat warga yang menyampaikan keluhan terkait kondisi paru-parunya meskipun tidak memiliki kebiasaan merokok.

Penyelenggara menegaskan temuan tersebut tidak serta-merta membuktikan penyebab penyakit, mengingat kegiatan ini bukan pemeriksaan diagnostik. Namun informasi itu menjadi catatan awal bahwa kampanye kesehatan paru perlu memberi ruang lebih besar bagi pengalaman pekerja dan masyarakat yang berpotensi terpapar polusi maupun bahan berbahaya.

Melalui skrining kesehatan paru, kegiatan ini mendorong deteksi dini penyakit pernapasan kronis dan kanker paru yang sering kali berkembang tanpa gejala awal. (16/8/2026)

Hal tersebut sejalan dengan kerangka kampanye yang menyebut risiko kesehatan paru dapat berasal dari memburuknya kualitas udara perkotaan, paparan bahan berbahaya dan beracun seperti asbes dan silika, pembakaran sampah, emisi pembangkit listrik berbasis batu bara, serta aktivitas industri di sekitar permukiman. Paparan tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan kronis hingga kanker paru, termasuk pada individu yang tidak pernah merokok.

Pentingnya Skrining Sejak Dini

Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya skrining kesehatan paru sebagai langkah pencegahan. Gangguan pernapasan kronis dan kanker paru kerap berkembang perlahan tanpa gejala jelas pada tahap awal, sehingga banyak kasus baru diketahui ketika kondisi sudah lanjut.

Skrining sederhana seperti di Lapang Saparua tidak dimaksudkan menegakkan diagnosis. Fungsinya membantu warga mengenali gejala awal, memahami faktor risiko, dan mengetahui kapan perlu memeriksakan diri lebih lanjut ke fasilitas kesehatan.

Kebutuhan ini lebih mendesak bagi pekerja yang setiap hari berada di lingkungan dengan potensi paparan debu, bahan kimia, atau bahan berbahaya dan beracun. Pada kelompok tersebut, pemeriksaan berkala idealnya menjadi bagian dari perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja, bukan inisiatif pribadi ketika keluhan sudah muncul.

Penyelenggara berharap hasil kegiatan ini memperkuat rangkaian kampanye selanjutnya, khususnya dalam menghubungkan isu kesehatan paru dengan kualitas udara perkotaan, kondisi kerja, paparan bahan berbahaya, serta tanggung jawab negara dan pelaku usaha dalam menciptakan lingkungan yang aman dan sehat. (*)


Latest Posts