Sejarah International Workers’ Memorial Day

International Workers’ Memorial Day (IWMD), atau dikenal juga sebagai Hari Perkabungan Buruh Internasional diperingati setiap tanggal 28 April oleh serikat buruh, buruh dan keluarganya serta masyarakat sipil lainnya diseluruh dunia. IWMD didedikasikan untuk mengenang para buruh yang kehilangan nyawa atau mengalami cedera serta sakit akibat pekerjaannya. Peringatan IWMD selain sebagai momen refleksi dan penghormatan, peringatan ini juga menjadi momentum untuk mendorong peningkatan perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja di seluruh dunia.

Setiap tahun, jutaan pekerja dan organisasi buruh di seluruh dunia menggelar aksi diam, memasang pita hitam, mengadakan doa bersama, hingga demonstrasi damai. Di banyak tempat, acara ini juga disertai dengan seminar, diskusi publik, dan pelatihan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan kerja.

Pada tahun 1983, Dua orang Aktivis Serikat buruh Kanada bernama Colin Lambert dan Ray Sentes pada saat hendak diperjalanan menuju pertemuan serikat pekerja, mereka dihentikan oleh sebuah prosesi pemakaman petugas pemadam kebakaran yang meninggal pada saat bertugas. Lalu kedua aktivis ini berpikir apakah penghormatan serupa juga diberikan kepada para buruh lain yang mengalami kecelakaan kerja. Mengingat di Kanada sendiri terjadi banyak kecelakaan kerja terutama di daerah tambang uranium dan Asbes.

Lambert dan Sentes menggalang dukungan kepada serikat-serikat di Kanada untuk menyuarakan hari Berkabung Nasional. Pada tahun 1983 Serikat Pekerja Publik Kanada (CUPE) mengeluarkan resolusi untuk tujuan tersebut pada konvensi tahunannya dan Kongres Buruh Kanada mengikutinya di tahun berikutnya.

Pada tahun 1984 serikat pekerja di Kanada menetapkan 28 April sebagai hari untuk memperingati para pekerja yang meninggal dunia karena kecelakaan kerja. Tanggal ini dipilih karena pada 28 April 1914, Kanada mengesahkan aturan terkait kompensasi bagi para pekerja (Workers’ Compensation Act), yang menjadi tonggak penting dalam perlindungan hak-hak pekerja terhadap risiko kerja.

Gagasan ini kemudian menyebar ke negara lain dan diadopsi secara global. Pada tahun 1989, AFL-CIO (American Federation of Labor and Congress of Industrial Organizations) mendeklarasikan tanggal 28 April sebagai hari berkabung. Pada tahun 1996, International Confederation of Free Trade Unions (ICFTU) secara resmi menyatakan 28 April sebagai International Workers’ Memorial Day.

Pada Tahun 1992, salah satu Juru Kampanye Bahaya Tommy Harte membawa Hari Peringatan Pekerja ke Inggris sebagai hari untuk “Remember The Dead, Fight Like Hell for The Living” (Mengenang yang Telah Meninggal: Berjuang Mati-matian untuk yang Masih Hidup). Di Inggris, kampanye untuk Hari Peringatan Pekerja telah diperjuangkan oleh Hazards Campaign dan diambil alih oleh serikat pekerja, yang diadopsi oleh Scottish Trades Union Congress (STUC) pada tahun 1993. Pada tahun 1996, berbagai negara menjadikan hari IWMD sebagai hari internasional. Serikat pekerja Australia telah memperingati hari tersebut sejak tahun 1997.

Pada tahun 2001, organisasi perburuhan dunia ILO, bagian dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mengakui IWMD dan mendeklarasikannya sebagai Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja Sedunia. Pada tahun 2002, ILO mengumumkan bahwa tanggal 28 April harus menjadi hari resmi dalam sistem PBB.

Di Indonesia, IWMD pertama kali diperingati pada tahun 2016 yang diinisiasi oleh Local Initiative for Occupational Safety and Helath Network (LION) Indonesia bersama berbagai serikat buruh yang terafiliasi dengan Konfederasi Serikat Buruh Indonesia (KPBI) seperti Federasi Serikat Buruh Kerakyatan (FSERBUK) Indonesia, Federasi Serikat Buruh Lintas Pabrik (FBLP) dan Federasi Buruh Transportasi dan Pelabuhan Indonesia (FBTPI). Salah satu kasus yang mencuat waktu itu adalah kebakaran di PT. Mandom di Kawasan Industri MM2100, Bekasi pada Oktober 2015. Sebanyak 59 orang menjadi korban, 28 diantaranya meninggal dunia.

Setiap tahunnya, LION Indonesia bersama jaringan solidaritas secara konsisten menggelar peringatan IWMD setiap tahunnya. Selain mencerminkan semangat perjuangan atas hak keselamatan dan Kesehatan kerja, peringatan IWMD juga menjadi momen untuk membangun solidaritas, menuntut tanggung jawab korporasi dan negara untuk memastikan agar tragedi-tragedi serupa tidak terulang. Jangan lagi ada buruh yang harus sakit, cidera bahkan meninggal dunia karena pekerjaannya.