Siaran Pers : Tempat Kerja Bukan Kuburan, Kecelakaan Kerja di PT Kahatex Harus Diusut Tuntas

Nyawa buruh lagi-lagi terenggut oleh kecelakaan kerja yang seharusnya dapat dihindarkan. Kecelakaan kerja kali ini terjadi hanya beberapa hari menjelang perayaan Iedul Fitri tahun ini, tepatnya pada Sabtu, 13 April 2024, di pabrik milik PT Kahatex, di kawasan Rancaekek, Kabupaten Sumedang. Kecelakaan kerja tersebut menyebabkan satu orang buruh meninggal dunia dan lima lainnya harus dilarikan ke rumah sakit.

Berbagai media yang meliput kejadian ini mengabarkan bahwa kecelakaan diawali ketika sejumlah buruh diperintahkan untuk melakukan kerja pemeliharaan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL). Dikabarkan, seorang buruh turun ke bak penampungan limbah, yang baru selesai dikuras,untuk membersihkan lumpur. Sekonyong-konyong dia jatuh pingsan, diduga karena menghirup gas beracun di bak penampungan.  Lima buruh lainnya yang berusaha menolong mengalami yang sama.

Hingga siaran pers ini ditulis, audit menyeluruh belum dilakukan. Namun demikian, cukup alasan untuk menduga bahwa penyebab kecelakaan adalah karena diabaikannya prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja, tidak tersedianya alat-alat pelindung diri yang sepadan dengan risiko pekerjaan, dan kelalaian perusahaan memberikan pengetahuan yang cukup bagi buruh untuk melindungi keselamatannya.

Kecelakaan kerja kali ini mengingatkan pada kejadian serupa di Cirebon Super Block Mall pada 9 April 2024, saat empat orang buruh meninggal dunia karena menghirup gas beracun saat melakukan perawatan septic tank.  Sebelumnya, pada 9 Januari 2024, dua orang buruh meninggal dunia dan satu lagi semaput saat memperbaiki saluran air limbah di pemukiman mewah Meikarta, Bekasi.

Dalam tiga tahun terakhir, angka kecelakaan kerja terus meningkat. Dari seluruh 347.855 kecelakaan kerja yang terjadi di seluruh Indonesia sepanjang 2023, Jawa Barat adalah Provinsi Juara yang menyumbangkan 62.828 kasus. Seluruh angka-angka tersebut, ibarat permukaan gunung es, hanya mewakili gejala permukaan saja. Ada banyak kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang tidak tercatat, tidak diselidiki, dan tidak dilaporkan atau disembunyikan untuk keuntungan segelintir orang.

Di balik angka tersebut di atas, tersisa keluarga, kawan dan kekasih yang ditinggalkan dalam keadaan berduka dan hancur. Sesudah tertimpa kecelakaan kerja dan menderita penyakit akibat kerja, sejumlah buruh penyandang disabilitas menjalani hidup yang tak lagi sama. Bagaimanapun, tak satu jenis pekerjaan pun lebih berharga dari nyawa manusia.

Menyikapi tragedi di PT Kahatex, kami Aliansi Rakyat Peduli Keselamatan dan Kesehatan Kerja menyampaikan bela-sungkawa yang sedalam-dalamnya khususnya bagi keluarga korban dan seluruh buruh yang bekerja di PT Kahatex. Pada saat yang sama, kami:

  1. Mengecam PT Kahatex yang telah mengabaikan hak-hak buruh akan tempat kerja yang sehat dan aman, gagal menjamin keselamatan kerja, sehingga terjadi kecelakaan kerja yang menyebabkan hilangnya nyawa manusia.
  2. Mendesak majikan/pemilik PT Kahatex untuk melakukan dua hal, yang jauh lebih penting dari memindahkan kekayaan ke negara-negara bebas pajak (British Virgin Island), yaitu:
    • segera memberikan fasilitas pemeriksaan dan perawatan kesehatan berbasis risiko secara reguler bagi para korban yang selamat dari tragedi 13 April 2024, untuk menghindarkan penyakit akibat kerja yang dapat timbul di masa mendatang akibat paparan bahan kimia.
    • membangun/memperbaiki sistem keselamatan dan kesehatan kerja secara menyeluruh, dengan melibatkan buruh dan tenaga ahli terkait, agar kecelakaan kerja tidak terjadi lagi di masa mendatang.
  3. Menuntut pemerintah untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh yang seksama dan mendalam sehingga peristiwa kecelakaan ini terjelaskan secara terang-benderang, dan menjatuhkan sanksi  tegas untuk pelanggarnya, kemudian memberikan keadilan bagi buruh yang dirugikan serta keluarganya; agar peristiwa serupa tidak berulang.
  4. Agar kecelakaan serupa tidak terjadi di kemudian hari, pemerintah Jawa Barat harus memperketat audit dan pengawasan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di seluruh tempat kerja di Jawa Barat

Bandung, 16 April 2024

Aliansi Rakyat Peduli Keselamatan dan Kesehatan Kerja:

  1. Local Initiative for Occupational Safety and Health Network (LION) Indonesia
  2. Perkumpulan Pegiat Kesehatan Masyarakat (Safety).
  3. Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia( PBHI)
  4. Konfederasi Serikat Nasional (KSN)
  5. Solidaritas Korban Jerat Kerja Paksa
  6. Transnational Palm Oil Labour Solidarity Network ( TPOLS).
  7. Forum Tamansari Bersatu.
  8. Srikandi Pasundan (SP)
  9. FPMR Tasikmalaya
  10. Boxing Ceria
  11. LBH Bandung
  12. Paralegal Jabar
  13. Lembaga Informasi Perburuhan Sedane ( LIPS )
  14. Marsinah.id15. SBPKU
  15. KMRT
  16. Komite Pembentukan Wilayah Sindikasi Bandung Raya.
  17. Lingkar Studi Advokat (LSA)
  18. Serikat Buruh Kerakyatan (SERBUK).
  19. Federasi Perjuangan Buruh Indonesia (FPBI).
  20. Trend Asia
  21. Paguyuban Pedagang Pasar Limbangan (P3L)
  22. Gender Research Student Center (Great) UPI
  23. Youth Activism Rumah Cemara (YA RC)
  24. Women Studies Centre(WSC) UIN Bandung
  25. Inti Muda Jawa Barat
  26. UKSK UPI
  27. Federasi Serikat Buruh Militan (Sebumi) Nasional
  28. Sekodi Bandung
  29. UKSK UPI
  30. LPPMD UNPAD
  31. Aliansi Mahasiswa Papua Kota Bandung
  32. Pasar Gratis Bandung
  33. Aksi Kamisan Bandung
  34. Feminis Yogya
  35. Anti Feminist Feminist Club (AFFC)
  36. Sindikasi Jogja
  37. Suara Perempuan Bandung

Narahubung :
Ajat Sudrajat : +62 857-6871-5666
Ahmad Budi Santosa : +62 857-2231-3129

You may also like...