Press Release – Bandung Sehat Tanpa Asbes

Car free Day – Dago – Bandung,  24 Desember 2017

Asbes atau asbestos merupakan bahan tambang, yang terdiri dari serat silikat mineral dan komposisi kimiawi yang berbeda, lebih tahan dengan asam dan api dari pada bahan lainnya. Indonesia telah menkonsumsi asbes sejak tahun 1950an, sampai saat ini Indonesia mengimpor asbes dari negara seperti Russia, China, Brazil, Kazakhstan dan negara lainnya. 97 % Asbes yang di impor ke Indonesia di jadikan bahan baku untuk produk atap semen asbes, plafond, partisi dan bahan bangunan lainnya. Sedangkan sisa nya menjadi bahan baku untuk Rem dan kopling kendaraan, isolasi termal dan bahan industri lainnya.

Dibalik segala kelebihannya sebagai bahan Industri, Asbes menyimpan bahaya yang mengancam para penggunanya. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), serat asbes yang mengendap dalam paru-paru dapat menyebabkan sejumlah penyakit, seperti kanker paru-paru, mesothelioma, dan asbestosis. Zat karsinogenik ini disebut bertanggung jawab atas kematian 100 ribu orang setiap tahunnya.

“Selain China dan Russia, Selama ini Brasil adalah salah satu negara pengekspor asbes terbesar ke Indonesia, selama rentang tahun 2012 – 2015, total impor asbes dari Brasil ke Indonesia mencapai 103.440 Ton Meter Kubik (BPS tahun 2015). Indonesia sebagai negara pengkonsumsi asbes seharusnya bisa belajar dan mengapresiasi keputusan Brasil dan Kanada untuk memilih melarang penggunaan asbes dan menerapkan tindakan pembatasan untuk melindungi kesehatan masyarakat “ ucap Firman Budiawan dari Local Initiative for OSH Network – Indonesia.

Pada hari minggu 24 Desember 2017, Local Initiative for OSH Network (LION) Indonesia, Wahana Lingkungan Hidup – Jawa Barat (WALHI) , Indonesia Ban Asbestos Network (INA-BAN) dan Lembaga Pers Mahasiswa SUAKA akan mengadakan “public Campaign” dalam upaya menyebar luaskan informasi bahaya asbes kepada masyarakat luas khususnya masyarakat kota Bandung yang berlokasi di Car Free Day Dago – Bandung (start dari Taman Cikapayang hingga Simpang Dago) pada jam 07.00 hingga 11.00. sebagai salah satu upaya untuk menghimbau masyarakat kota Bandung untuk mengetahui bahaya asbes dan  mengurangi penggunaan produk berbahan baku asbes di masa depan.

 

Dampak Kesehatan

Asbes adalah karsinogen kuat (zat penyebab kanker) dan menjadi masalah kesehatan yang serius. Selain itu, asbes diketahui sebagai penyebab plak pleura, asbestosis, mesothelioma, dan menyebabkan kanker paru-paru, kerongkongan, dan usus besar. Penyakit yang disebabkan oleh asbes memiliki periode laten yang panjang, biasanya mengambil sepuluh hingga empat puluh tahun sebelum menunjukkan gejala penyakit. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), serat asbes yang mengendap dalam paru-paru dapat menyebabkan sejumlah penyakit, seperti kanker paru-paru, mesothelioma dan asbestosis.

WHO pun menyatakan “tidak ada tingkat paparan yang aman  dalam penggunaan asbestos, dan untuk menghilangkan penyakit akibat asbes dimasa depan adalah dengan tidak lagi menggunakan asbes dan produk asbes”.

 

Dampak Lingkungan

Penggunaan asbes berdampak terhadap lingkungan sekitar. Limbah dari asbes tidak dapat digunakan dan didaur ulang kembali dalam bentuk apapun (Control of Asbestose Regulation,2006). Selain itu, asbes termasuk dalam limbah B3 (Bahan Beracun Berbahaya) yang tidak boleh berada di air, tanah, dan udara karena akan menimbukan risiko kesehatan. Adanya asbes di lingkungan dapat menurunkan kualitas lingkungan sehingga sangat merugikan masyarakat.

“Saat ini banyak masyarakat yang menggunakan atap semen asbes karena harga murah dan ekonomis, namun penggunaan asbes sebagai bahan bangunan tanpa ada peringatan mengenai efek samping bahayanya adalah melanggar hak warga untuk hidup sehat,” ucap Dadan Ramdan Direktur Walhi – Jabar. “Penggunaan produk atap semen asbes dan produk asbes lainnya tidak hanya akan meningkatkan potensi resiko kanker paru-paru bagi para pekerja, tapi juga mereka yang berada disekitar bahan  tersebut,” lanjutnya.

 

Solusi

Penggunaan asbes sudah seharusnya dikontrol dengan melihat dampak terhadap lingkungan dan kesehatan. Alternatif pengganti asbes saat ini telah ada di Asia, dengan kualitas dan harga yang sebanding. Asbes dapat digantikan (subtitusi) dengan bahan lainnya, yaitu Kalsiboard (serat selulosa, silika, zat aditif, semen, dan air), Ardex (serat sintetis, serat selulosa, zat adiktif, semen, dan air), Seng Eternit (serat sintetis, serat selulosa, zat additif, semen, dan air).

Pencegahan yang dapat dilakukan pada lingkungan rumah adalah dengan tidak menggunakan barang-barang berbahan asbes, identifikasi bahan yang mengandung asbes dan memperhitungkan resiko yang bisa terjadi, jauhkan diri dari daerah yang mengandung material asbes, meminimalkan jumlah keluarga yang kontak dengan material asbes.

“Jangan lagi ada Asbes di antara kita!!”

Asbestos . Not here . Not Anywhere

Kampanye Bahaya Asbes - Car Free Day - Dago Bandung (24 -12 - 2017)

Kampanye Bahaya Asbes – Car Free Day – Dago Bandung (24 -12 – 2017)

Share This:

Leave a Comment