Press Release INA-BAN (Indonesia Ban Asbestos Network)

Press Release

INA-BAN, 18 Juli 2012

 

Pada tanggal 29 Juni 2012, Pemerintah Kanada telah mengeluarkan kebijakan memberi pinjaman untuk pembukaan kembali Jeffrey Asbestos Mine (Tambang Asbes Jeffrey) di Kanada, pinjaman yang diberikan oleh Pemerintah Kanada, sebesar 58 Juta Dollar, yang nantinya akan digunakan untuk penambangan Chrysotile Asbes. Hal ini jelas-jelas bertentangan dengan kebijakan kesehatan pemerintah Kanada, dan Kesepakatan Persatuan Dokter Kanada, yang telah meminta agar Kanada menghentikan produksi dan penggunaan Asbes. 5 Juta Ton Asbes akan di ekspor dari Kanada, ke negara-negara yang sedang berkembang, seperti India, Thailand, dan Indonesia.

Negara maju seperti negara-negara di Eropa, Amerika, Australia, bahkan Kanada sendiri telah berhenti menggunakan Asbes di negaranya. Karena Asbes sangat berbahaya bagi kesehatan. Asbes adalah bahan baku yang memiliki kekuatan dan ketahanan tinggi terhadap api serta zat-zat kimia. Akan tetapi Asbes tidak bisa diurai habis oleh alam. Partikel-partikel asbes yang terurai akan menjadi debu asbes, debu ini kemudian akan bertebaran dan berterbangan di udara dan memiliki potensi yang tinggi untuk terhirup manusia. Debu ini yang kemudian menjadi berbahaya apabila terhirup oleh manusia, karena mengandung hidroksida magnesium silikat yang bersifat karsinogen (pemicu penyakit kanker). Jika terhirup, serat atau debu asbes akan mengendap di dalam paru-paru. Gangguan kesehatan atau penyakit yang timbul ditentukan oleh dosis serat asbes yang masuk ke dalam tubuh, mulai dari gejala ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas) sampai dengan penyakit kronis yang dapat menyebabkan kematian, seperti kanker paru-paru, asbetosis, fibrosis, dan Mesothelioma.

Tambang Asbes di Quebec Kanada, adalah salah satu produsen Asbes terbesar di Dunia, namun telah berhenti beroperasi selama beberapa bulan karena permasalahan finansial dan operasional. Kanada sendiri sebenarnya tidak lagi menggunkan hasil dari tambang Asbes tersebut, tapi malah mengekspornya ke luar negeri, ke negara-negara yang sedang berkembang. Dengan kata lain, Kanada telah memberlakukan standard ganda, dengan mengirimkan bahan berbahaya yang mematikan kapada penduduk di Asia, termasuk Indonesia.

Kami menghimbau kepada seluruh warga negara Indonesia, untuk berhenti menggunakan produk yang terbuat dari Asbes. Karena bahan tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan anda, dan orang-orang yang anda sayangi. Asbes ibarat bom waktu yang siap merenggut nyawa anda, dalam kurun waktu 10-20 tahun yang akan datang. Negara-negara di eropa telah merasakan pengaruh bahaya Asbes bagi orang-orang yang mereka cintai, maka dari itulah diluar sana mereka terus mengkampanyekan bahaya Asbes tanpa kenal lelah.  Jangan sampai kita di Indonesia merasakan penderitaan yang sama dengan mereka.

Kepada pemerintah kami juga menghimbau untuk segera mengeluarkan regulasi, pelarangan produksi dan penggunaan Asbes di Indonesia. Jangan biarkan negara lain seperti Kanada, mengekspor kematian ke bangsa kita.

 

Sayangi dan Lindungi orang-orang yang Anda Cinta!

Stop Penggunaan Asbes Sekarang Juga!

 

Dimu Pratama

Local Initiative for OSH Rights and Social Network (LION) Indonesia / INA – BAN

Komplek Terminal Cileunyi Ruko No. 01 Cileunyi Kabupaten Bandung 40393
West Java – Indonesia

Telephone : +62 22 87826661

E-mail : dimupratama@lionindonesia.org

Share This:

Leave a Comment